Tips Sirkulasi Udara Sehat Untuk Tipe Rumah 36

Memiliki rumah sendiri adalah idaman setiap keluarga. Impian tersebut diwujudkan dengan menabung selama bertahun-tahun ataupun mengikuti program KPR yang disediakan di bank-bank nasional. Namun, karena membeli rumah jadi atau rumah KPR, terkadang kita tidak sreg dengan sistem ventilasinya. Hal ini disebabkan luas lahan maupun posisi bangunan yang menyebabkan desain rumah tersebut tidak mengutamakan sirkulasi rumah yang baik.

sirkulasi udara - rumah sehat

Jika Anda berniat untuk membangun di lahan yang sempit seukuran tipe 36, Anda bisa menyimak tips-tips di bawah ini untuk membuat sirkulasi rumah menjadi lebih baik.

  1. Level yang berbeda

Selain menambah artistik, pembuatan level yang berbeda akan membuat sirkulasi udara makin bagus. Perbedaan level ini akan memberi kesan bangunan 2 lantai, padahal yang dilakukan hanyalah meninggikan atap bangunan sehingga kita bisa memberi tangga dan mengesankan 2 level lantai yang berbeda. Selainitu atap yang lebih tinggi dari standar, akan membuat sirkulasi udara lebih baik dan memberi kesan dingin di dalam ruangan.

dinding rooster - sirkulasi udara rumah

  1. Dinding berlubang (rooster)

Untuk rumah di wilayah tropis, banyaknya dinding akan membuat sirkulasi udara terhambat. Dinding biasanya digunakan sebagai pembatas ruang. Hal ini bisa diatasi dengan membuat dinding berpori atau yang disebut rooster.

Lubang dinding rooster memiliki banyak bentuk seperti kotak, lingkaran atau bentuk geometris lainnya. Dengan sentuhan yang apik, dinding rooster akan tampil cantik menghiasi sekat ruangan Anda sekaligus menjadi ventilasi antar ruang. Dengan demikian, pergantian udara di kedua ruangan tetap terjadi walaupun pintu dalam keadaan tertutup. Tentu saja, rooster ini tidak bisa diaplikasikan di kamar tidur atau ruang kerja yang sifatnya private. Tapi bisa digunakan untuk sekat ruang makan dan dapur atau dinding belakang rumah yang menuju taman.

 

  1. Ventilasi di atas pintu atau jendela

Untuk mengeluarkan udara di dalam ruangan yang selalu tertutup, kita bisa menambah ventilasi di atas pintu atau jendela kamar tersebut. Sehingga, perputaran udara tetap terjadi walaupun pintu atau jendela tidak dibuka. Jumlah ventilasi ini disesuaikan dengan luas bangunan dan tingkat kebutuhannya. Hal ini untuk menyesuaikan dengan luas bangunan dan dinding tidak terkesan penuh.

ventilasi-silang

Selain ventilasi, bisa juga dengan menggunakan kipas yang dipasang di tembok, yang akan memutar udara sehingga pergantian udara terjadi setiap saat. Sistem ventilasi ini banyak diadopsi rumah-rumah di Indonesia yang bercuaca tropis dan tidak menggunakan AC.  Bahkan kita bisa melihat bahwa di setiap pintu/jendela di sebuah ruang akan ditemui ventilasi di atasnya yang diberi kain kassa untuk mencegah serangga atau nyamuk untuk masuk ke dalam rumah.

  1. Ventilasi silang

Sistem ventilasi ini merupakan cara lain yang digunakan di rumah-rumah yang berada di wilayah tropis. Desainnya berupa dua bukaan pintu atau jendela yang berhadapan dengan ketinggian yang berbeda. Perbedaan tekanan akan membuat udara segar dari luar ruangan terdorong masuk dan menggantikan udara yang pengap yang berasal dari dalam kamar. Perbedaan ini terjadi karena adanya beda zona bertekanan tinggi dan rendah sehingga terjadi pertukaran udara. Sebaiknya dibuat ventilasi yang serong atau atas bawah sehingga ventilasi jenis ini lebih efektif.

ventilasi atap

  1. Ventilasi atap

Ventilasi atap merupakan solusi lainnya untuk menciptakan sirkulasi udara lebih segar di dalam rumah terutama untuk rumah sempit.  Biasanya ventilasi ini diletakkan di para-para atau di kisi-kisi atap. Dengan desain yang aman dari hujan, ventilasi ini akan terus memberikan udara segar dari luar menggantikan udara pengap yang ada di dalam rumah.

Dengan ragam ventilasi yang bisa dipilih, maka setiap rumah besar atau kecil bisa tetap terjaga sirkulasi udaranya sehingga kesehatan penghuni rumah tetap terjaga.